This post is only available in Indonesian.

Awal Agustus saya mengurus penggantian paspor yang (sudah mau) habis masa berlakunya. Kanim Jakarta Selatan, tempat saya biasa mengurus paspor, termasuk yang paling awal menerapkan sistem antrean online berbasis aplikasi ponsel. Jadi, hitung-hitung sekalian nyobain sistem baru lah. Karena paspor nyokap juga sudah mau expired, maka ngurusnya barengan nyokap.

Ngantre

Dari pengalaman saya waktu itu, kita mesti siap-siap spare waktu kurang lebih seminggu karena kalau kurang dari itu gak bakal dapat jadwal. Misalnya, kalau daftar di hari Senin, paling cepat akan kebagian jadwal di hari Senin berikutnya.

Sesudah menentukan tanggal, pilih mau datang “pagi” atau “siang”, kemudian masukkan data semua pemohon (nama dan NIK masing-masing; jadi siapin KTP waktu buka app ya). Kalau sudah, nanti akan dapat QR code beserta kode booking dan keterangan jam berapa harus datang ke kanim. Semua data ini juga dikirim ke email yang sudah kita daftarkan. Tebakan saya sih, sistemnya sudah mengatur kuota pemohon setiap jam. Kalau sudah penuh, pemohon akan dialokasikan ke slot satu jam berikutnya. Karena saya ogah bolak-balik ke kanim (Sayang jatah cuti dong!), saya pilih “pagi” dengan harapan semua bisa beres dalam sehari. Masih inget banget terakhir kali ngurus paspor sampai hampir nginep di kanim karena mesti tiga kali ngantre untuk cek dokumen, bayar, dan ambil foto & sidik jari. Untungnya kali ini kuota pagi masih banyak dan saya masih kebagian slot di jam 08.00-09.00.

Ngurus

Jadwal ngurus paspor sudah beres—walau masih seminggu lagi—tinggal siapin dokumen yang diperlukan. Kalo menurut ketentuan di laman Ditjen Imigrasi sih, saya dan nyokap cuma perlu bawa e-KTP dan paspor lama beserta fotokopi keduanya. Tapi saya masih belum percaya 100% sama pejabat publik kita, jadi saya putuskan untuk over-prepared. Fotokopi KK, akta lahir, surat nikah nyokap, sampai halaman terakhir paspor lama saya siapkan juga. Bahkan di last minute sebelum jalan ke kanim, saya bawa juga aslinya. Daripada….

Di hari yang sudah dijadwalkan, saya dan nyokap sampai di Kanim Jakarta Selatan tepat jam 8 pagi. Di halaman kanim ada spanduk segedebong tentang “Cukup e-KTP dan paspor lama”. Meski emang sia-sia saya bawa dokumen yang lain, paling tidak bisa tenang deh. Keterlaluan kalau nanti petugas di dalem masih ngeyel soal persyaratan.

Sampai di lantai 2 (Pelayanan WNI), tepat di depan lift ada konter pendaftaran. Di situ saya serahkan printout Bukti Layanan Antrian Paspor Online, paspor lama beserta fotokopinya, dan fotokopi KTP. KTP asli juga diminta untuk verifikasi dan langsung dikembalikan. Dan memang persyaratannya cukup itu saja, saudara-saudara! Petugas lalu memasukkan semua dokumen itu ke map yang ditempeli kertas berisi nomor antrean.

Setelah duduk di ruang tunggu baru saya ngeh bahwa nomor saya dan nyokap gak berurutan. Nyokap dapat nomor 1-06, saya 3-29. Gak lama nunggu, nyokap dipanggil ke ruangan memanjang berisi 17 meja pelayanan. Lima menit kemudian nyokap sudah keluar lagi, sedangkan nomor antrean kepala 3 baru mulai dipanggilin. Rupanya kepala 1 itu khusus pemohon di atas 60 tahun. Kalau kepala 3 yang antrean biasa. Kayaknya ada juga nomor antrean khusus anak-anak (Nebak dari nama-namanya yang “sounds kekinian”. Haha!) dan saya pikir ada juga yang buat calon TKI atau pemohon yang baru pertama kali bikin paspor karena persyaratan dokumen mereka juga pastinya lebih banyak dibanding yang sudah pernah punya paspor.

Karena petugasnya banyak, antreannya juga cepat maju. Kira-kira setengah jam setelah nyokap selesai, akhirnya giliran saya pun tiba. Petugas meng-input data KTP dan paspor lama saya, ngeliatin isi paspor (Halaman-halaman yang ada cap imigrasi Yordania dan visa Inggris kayaknya dipelototin lumayan intens :D), nanya mau paspor yang seperti apa (Saya minta e-paspor), ngambil foto, ngambil sidik 10 jari, terakhir nanya ‘Kerja di mana?’ sambil ngetik dan nge-klik beberapa kali lagi. Lalu saya dikasih printout bukti permohonan yang juga berisi barcode dan kode billing untuk bayar di bank. Proses ngurus paspor baru pun selesai dalam waktu sekitar lima menit! Cuma aja, tadi nyokap dikasih tahu kalau bayar hari itu (Rabu), hari Senin paspornya sudah bisa diambil; tapi petugas yang melayani saya bilang jadinya kira-kira hari Selasa. Eaaa…

Pembayaran paspor bisa di bank-bank mainstream termasuk BCA yang ada dekat rumah. Tapi daripada mampir-mampir lagi, saya langsung bayar aja di BRI yang ada di lantai dasar gedung Kanim Jakarta Selatan. Jam 9 saya dan nyokap pun cabut dari kanim. Cek dokumen, ambil foto & sidik jari, bayar, yang 4,5 tahun lalu makan waktu seharian, kali ini selesai dalam sejam! Malah kalau nyokap doang yang ngurus paspor, bisa jadi cuma setengah jam!

Ngambil

Karena jadwal nyokap juga lumayan padat, lebih dari seminggu kemudian baru sempat ngambil paspor barunya. Haha! Jadi gak bisa buktiin benar enggaknya selesai dalam 3 hari kerja. Karena saya ogah cuti lagi, saya buatkan surat kuasa buat nyokap. Nyokap bilang, cuma nunggu lima menit sampai nomornya dipanggil. Buntutnya surat kuasanya gak terpakai. Petugasnya malah minta fotokopi KK, tapi karena nyokap gak bawa, cuma bermodal tanda bayar dari bank (yang distaples ke tanda terima permohonan yang dikasih petugas imigrasi) pun cukup.

-0-0-0-0-0-

  •  Kalau kamu sudah pernah punya paspor, maka untuk membuat yang baru persyaratannya cukup:
    1. Paspor lama
    2. Fotokopi halaman pertama paspor lama (yang ada foto pemegang paspor)
    3. e-KTP asli, untuk verifikasi di tempat
    4. Fotokopi e-KTP
    5. Bukti Layanan Antrian Paspor Online, printout atau QR code dari app
  • TAPI, persyaratan di atas hanya berlaku untuk yang paspor lamanya:
    1. Diterbitkan setelah tahun 2009
    2. Diterbitkan oleh kantor imigrasi di wilayah RI, bukan paspor yang dikeluarkan oleh KBRI/KJRI di luar negeri
    3. Masih dimiliki oleh pemegang paspor dalam kondisi baik dan tidak ada perubahan data, jadi bukan paspor yang hilang, rusak, atau ada perubahan data.
  • Pembayaran harus dilakukan dalam waktu 7 hari sejak tanggal permohonan.
  • Paspor baru (dan paspor lama) dapat diambil 3 hari kerja setelah melakukan pembayaran.
  • Jika paspor baru tidak diambil dalam 30 hari sejak tanggal permohonan, paspor akan ditarik dan pemohon harus mengajukan permohonan baru.
  • Untuk persyaratan jika baru pertama kali membuat paspor atau untuk informasi lebih lengkap, lihat di laman web atau Facebook Ditjen Imigrasi ya.

Memang sih, waktu tunggu selama seminggu itu rasanya lumayan lama juga. Tapi secara keseluruhan saya sangat puas dengan proses pengurusan paspor dengan sistem antrean online.

Advertisements