This post is only available in Indonesian.

Kali ini saya cuma ingin berbagi pengalaman mengurus visa kunjungan ke Inggris tanpa mendaftar layanan notifikasi. Mengenai detail pengurusan visa Inggris seperti dokumen pelengkap yang diperlukan maupun prosedur pengajuannya, udah banyak kan di blog lain. Tapi jika ada yang ingin ditanyakan, silakan lho isi di kolom komentar. Akan saya jawab semampunya sesuai pengalaman.

Kejadiannya di sekitar minggu terakhir Januari 2017. Saya mengajukan permohonan visit visa ke Inggris melalui VFS Global di Kuningan City, Jakarta. Saya menggunakan layanan Priority, yang berarti dalam kondisi “normal” keputusan atas permohonan visa bisa diketahui dalam 3-5 hari kerja saja, dibandingkan layanan Regular yang bisa memakan waktu sampai 3 minggu (15 hari kerja). Waktu ditanya apakah ingin mendaftar layanan notifikasi via SMS, saya bilang tidak. Notifikasi via email yang gratis aja cukup. Padahal lucu juga, sudah rela keluar duit ekstra untuk layanan Priority yang lebih mahal dibanding biaya aplikasi visa itu sendiri, eh malah ogah bayar layanan notifikasi yang (hanya) Rp 25.000. Tapi waktu itu saya pikir, ya ngapain juga “lagi-lagi” bayar ekstra. Mestinya bisa dong dilacak sendiri, seperti waktu mengurus visa Schengen lewat VFS Denmark. Tapi rasanya saya belum menemukan halaman untuk melacak aplikasi visa di laman VFS UK.

Sampai sehari setelah mengajukan visa, gak ada kabar sama sekali dari VFS. Tadinya saya kira akan dapat email yang isinya kurang lebih, ‘Paspor dan dokumen Anda telah diteruskan ke Visa Decision Centre (atau mungkin ke kedubes),’ seperti status aplikasi saya di laman VFS Denmark begitu urusan di pusat aplikasi visa selesai. Jadi saya cerita-cerita dengan saudara saya yang cukup sering ke Inggris untuk menghadiri seminar akademik. Gak disangka, ceritanya malah bikin saya senewen. Katanya, kalau layanan Priority tanpa daftar notifikasi, suka gak dikabarin sama sekali. Jeng jeeeng!! Bukan cuma saudara saya, tapi teman-temannya juga pernah mengalami kejadian begitu. Pengalaman terakhirnya, dia balik ke VFS seminggu setelah mengajukan visa Priority, walau tanpa kejelasan paspornya sudah balik atau belum. Ternyata kata petugas VFS, sehari setelah ngajuin visa paspornya sudah balik karena prosesnya hanya makan waktu sehari. Mau marah gak sih? Saudara saya bilang, dia dan teman-temannya udah protes keras. Saya jadi makin senewen karena kejadiannya kurang dari setengah tahun lalu. Apalagi di blog-blog mengenai visa Inggris yang saya baca, semuanya pada menggunakan layanan notifikasi. Anyway, kata saudara saya UKVI (otoritas imigrasi Inggris) punya hotline buat melacak status aplikasi visa. Tapi berhubung neleponnya ke Inggris, siap-siap deh tuh pulsa buat SLI!

Masuk hari kerja ke-3, gak juga ada kabar. Sebelum makan siang di kantor, saya putuskan untuk ngisi email form di laman UKVI. Ogah banget nelepon ke Inggris! Siapkan nomor GWF yang ada di tanda terima pengajuan visa dari VFS. Gak sampai sejam, datang email balasan dari UKVI. (Wuih, cepat juga!) Begini isinya:

I have tracked the status (GWF000000000 and date of birth 00/00/0000) and found that there are no current updates. Bah, jawaban yang ambigu. Maksudnya paspor gue masih di kedutaan atau status di sistem emang “blank”?
This could be because your application was submitted recently… Emang masih terhitung recent, tapi udah 3 hari keless, bukan baru setengah jam yang lalu submit-nyaa.
…or the details that you have provided above are incorrect. Yang ini mustahil.
If it is the former you may contact us at a later stage once our records have been updated.

Saya pun pasrah dan memutuskan untuk nunggu sampai akhir hari ke-5 sebelum kirim email form lagi.

Ternyata oh ternyata, malam itu juga (di hari ke-3) datang email dari UKVI Jakarta bahwa aplikasi visa saya sudah selesai diproses dan bahwa paspor saya sudah bisa diambil di pusat aplikasi visa. Entah karena saya belum sempat ngambil atau karena sudah diatur di sistem, sekitar 19 jam (siang-siang di hari ke-4) setelah email dari UKVI Jakarta, datang email serupa, kali ini dari VFS.

KESIMPULANNYA,

  • VFS UK di Jakarta benar-benar mengirim email notifikasi, sehingga saya gak senasib kayak saudara saya dan teman-temannya. Cumaa, email notifikasi hanya dikirimkan sekali, itu pun terakhir, setelah ada keputusan atas permohonan visa.
  • Status aplikasi (masih diproses atau sudah selesai diproses, bukan permohonannya diterima atau tidak) bisa dilacak dengan mengisi email form di laman UKVI yang tautannya sudah saya bagi di atas. Tapi tidak dijamin bisa membantu, seperti yang saya alami. Fyi, visa dengan layanan Regular distempel di Manila (tempat UKVI Decision Centre untuk wilayah yang mencakup Indonesia), sedangkan yang Priority dapat cap Kedutaan Inggris di Jakarta. Entahlah kalau ini ada hubungannya dengan database UKVI yang dipakai untuk melacak aplikasi visa.
  • Selama status aplikasi gak bisa dilacak di laman VFS UK Jakarta, kayaknya saya akan beli layanan notifikasi SMS kalau kapan-kapan mau ngebolang ke Inggris lagi. Kalau pakai layanan Regular, mungkin akan ada jeda cukup panjang untuk update selanjutnya setelah dapat SMS “sudah diteruskan…” atau “sedang diproses” (Yang pengalaman, share dong…). Tapi daripada hati tak tenang yee.
Advertisements