This post is only available in Indonesian.

Sejak akhir tahun 2014 jalan-jalan ke Jepang bagi pemegang e-paspor Indonesia menjadi jauh lebih mudah. Walau masih harus mendaftarkan e-paspor ke kedutaan sebelum melakukan perjalanan, setidaknya tak perlu lagi menyiapkan berbagai dokumen dan mengeluarkan biaya untuk mendapatkan visa kunjungan singkat ke Jepang.

Kalau mengenai prosedur pengurusan visa maupun registrasi bebas visa, udah banyak lah ya dibahas di blog-blog lain. Informasi di situs Kedutaan Jepang sendiri sudah cukup rinci. Yang kayaknya masih jarang adalah bagaimana mengurus multiple visa.

Pengajuan multiple visa untuk WNI juga sudah lebih dipermudah sejak akhir 2014. Mungkin ada yang mikir, kalau bisa bebas visa, ngapain lagi urus yang kena biaya? Pertama, paspor lama masih berlaku dan belum bisa ganti e-paspor. Ini kejadian yang paling banyak ditemui begitu pemerintah Jepang membebaskan visa untuk pemegang e-paspor. Kantor imigrasi sampe kehabisan blangko e-paspor karena peminatnya membludak. Akhirnya keluar peraturan bahwa pemohon gak bisa bikin e-paspor baru kalau paspor lamanya masih berlaku. Kedua, pengen liburan ke Jepang tapi kalau cuma dua minggu gak cukup. (Buset!) Dengan fasilitas bebas visa, lo bisa tinggal di Jepang selama maksimal 15 hari. Dengan multiple visa, masa tinggal yang diizinkan adalah 30 hari. Ketiga, bebas visa cuma berlaku maksimal 3 tahun. Kalau masa berlaku paspor lo kurang dari 3 tahun (tinggal 1 tahun, misalnya), ya bebas visanya cuma 1 tahun. Sementara multiple visa berlaku 5 tahun. Kalau paspor lo tamat di tengah jalan, bisa kok minta agar multiple visa lo yang masih berlaku dipindahin ke paspor baru…bebas biaya. Anyway, situs Kedutaan bilang ada kalanya Konsul ngasih multiple visa yang berlaku kurang dari 5 tahun, bahkan bisa jadi cuma 1 tahun. Tapi selama dokumen pendukung lo dinilai memuaskan, mestinya sih dapet lah 5 tahun.

Persyaratan pengajuan multiple visa juga dijelasin dengan rinci banget di situs Kedutaan Jepang. Cuma beda-beda tipis dengan syarat-syarat single visa untuk turis. Yang agak “unik” adalah Surat Permohonan Multiple Visa.

Waktu saya mengajukan multiple visa, surat permohonannya saya ketik di kertas A4 (sesuai syarat dari kedutaan bahwa semua dokumen, termasuk fotokopi KTP, mesti berukuran A4). Pertama-tama saya memperkenalkan diri dulu lah ke Sir/Madam di Bagian Visa. Lol. Saya sebut nama saya, bahwa saya pemegang paspor RI nomor sekian, alamat rumah, dan posisi/jabatan serta nama kantor. Kemudian saya menyatakan permohonan agar dikasih multiple visa, sambil ngasih tau tanggal keberangkatan dan kepulangan sesuai itinerary. Nah, saya ngecap lumayan panjang di bagian ketiga. Karena saya pernah dapet beasiswa untuk sekolah di sana dan sering ikut program homestay dari kampus, saya sebutlah bahwa saya sekolah di Jepang dari tahun sekian sampai tahun sekian, dan saya pengen lebih sering ke Jepang untuk mengunjungi host families saya dan ikut acara alumni beasiswa. Di bagian ini lo juga bisa tambahin info kalau sebelumnya pernah ke Jepang (jangan lupa sebut juga tujuannya: menetap sama keluarga, belajar, training, atau sekadar jalan-jalan) atau pernah dapet visa untuk ngebolang ke USA, Canada, UK, atau Schengen area.

Oh ya, situs Kedutaan gak menyebutkan surat permohonannya dibuat dalam bahasa apa. Kalau bisa “merayu” pakai bahasa Jepang ya paling bagus. Saya gak tau boleh enggaknya pakai Bahasa Indonesia, meski Kedutaan Jepang termasuk yang gak rewel soal bahasa dalam dokumen visa. Tanya sendiri ke sana yaa. Yang paling safe ya pakai bahasa Inggris aja.

Tiga hari kemudian (=hari kerja ke-4), paspor saya kembali dengan sudah bertempelkan multiple visa Jepang. Kalaupun dalam 5 tahun ke depan saya ke Jepang hanya 2 kali (Maunya ya lebih dong!), biayanya udah impas dengan 2x visa single, tanpa harus balik lagi ke kedutaan untuk ngurus. Asyik kan?

So, good luck, everyone! Or should I say…gambatte? 😉

Advertisements